Senin, 11 November 2019

MENGIDENTIFIKASI MENGENAI TEORI KRITIK NORMATIF ARSITEKTUR PADA SEBUAH BERITA



Menurut Alviansyah Yudhistiro(2019), Kritik arsitektur merupakan tanggapan dari hasil sebuah pengamatan terhadap suatu karya arsitektur. Disitu orang merekam dengan berbagai indra kelimanya kemudian mengamati, memahami dengan penuh kesadaran dan menyimpannya dalam memori dan untuk ditindaklanjuti dengan ucapan dalam bentuk pernyataan,ungkapan dan penggambaran dari benda yang diamatinya.
Dan secara metoda Teori Kritik Arsitektur memiliki bebrapa jenis, yaitu :
·      Kritik Normatif
Kritik normatif ini mempunyai standar nilai berupa; doktrin, sistem, tipe atau ukuran. doktrin bisa jadi sebgai pujian atau sebaliknya,sedangkan sistem bisa menyangkut lebih luas pemaknaannya karena ada saling sangkut paut antara komponen yang satu dengan komponen yang lain. Contoh kritik normatifnya "sistem" versi Vitruvius, dia memandang sebuah bangunan adalah pengubah iklim,pengubah perilaku,pengubah budaya,pengubah sumber daya. Kritik Arsitektur Normatif dibagi dalam beberapa metode, yaitu :
a.     Metode Doktrin
b.     Metode Tipikal
c.     Metode Ukuran
·      Kritik Penafsiran
Kritik ini biasanya bersifat subyektif tidak didasarkan pada data / pedoman baku dari luar, untuk memperhalus kritik salah satunya menggunakan analogi-analogi. hasilnya akan meningkatkan emosi bagi pendengar setelah itu terpengaruh atau menolak. Jika ada penolakan dari pendengar maka akan timbul kritik evokatif ( pembelaan ). Kritik Arsitektur Penafsiran dibagi dalam beberapa metode, yaitu :
a.     Metode Advokasi 
b.     Metode Evokatif 
c.     Metode Impresionistik 
·      Kritik Deskriptif
Kritik deskriptif, tidak menilai ,tidak menafsirkan namun yang terpenting menggambarkan sesuatu yang ada, tanpa ada tambahan-tambahan yang mengaburkan. Kritik Arsitektur Deskriptif dibagi dalam beberapa metode, yaitu :
a.     Metode Depiktif 
b.     Metode Biografis
c.     Metode Kontekstual 


            Dengan Teori Tersebut kita dapat Mengidentifikasi sebuah Permasalahan mengenai Kritik dalam konteks Arsitektur. Kali ini kita akan membahas mengenai Kritik Normatif, seperti berita berikut mengenai “Hemat Biaya dengan Konsep Modular”(2019).

Konsep tersebut dirancang oleh beberapa Biro, yaitu Brooks + Scarpa dan Plant Prefab, sebuah biro arsitek dan desainer di California, Amerika Serikat . Pada Konsep tersebut mereka menerapkan Sistem Nest LivingHomes sebuah Unit merupakan modular prefabrikasi yang dapat diatur dengan berbagai konfigurasi(Modul dapat dirakit dalam konfigurasi berbeda, tergantung ada kebutuhan dan kondisi setempat. Satu bangunan Nest dapat naik hingga lima lantai). Selain itu, Konsep tersebut memiliki Tujuan Sosial utama seperti yang dikatakan tim biro bahwa “Tujuan utama dari konsep ini adalah untuk memberikan para gelandangan rasa martabat dan berbagi ruang sosial,” ujar tim seperti yang dilansir dari dezeen.com. Serta bisa menghemat biaya dan perumahan yang bisa digunakan multi keluarga bagi tunawisma.
Dapat diidentifikasi secara Teori Kritik Arsitektur berita ini memiliki unsur Kritik Normatif metoda Ukuran. Karena Berita tersebut menjelaskan sebuah Konsep Tempat Tinggal yang disesuaikan kebutuhan(di persembahkan untuk tunawisma) dan kondisi sosial yang diusung oleh Tim Biro arsitek dan desainer di California, Amerika Serikat. Berharap agar para tunawisma dapat tinggal dengan layak.

SUMBER       :
2)    http://www.koran-jakarta.com/hemat-biaya-dengan-konsep-modular/#print

Minggu, 13 Oktober 2019

KRITIK ARSITEKTUR


Kritik Arsitektur


Judul Artikel             : Renovasi Masjid Agung Tegal Dikritik Sejarawan
Tanggal Publikasi     : Kamis, 9 April 2015 05:31 Wib


Ringkasan Artikel    :

Dari Gambar Desain Yang Dipampang Di Pagar Depan Masjid Agung, Rehabilitasi Akan Mengubah Drastis Penampilan Luar Salah Satu Ikon Kota Tegal Itu.
Menurut Wijanarto, Masjid Agung Dan Alun-Alun Termasuk Landmark Kota Tegal Selain Pendopo Ki Gede Sebayu Di Kompleks Balai Kota Tegal. Meski Undang Undang Cagar Budaya Memperkenankan Proses Konservasi Terhadap Bangunan Bersejarah, Wijanarto Berujar, Rehabilitasi Masjid Agung Musti Mengusung Semangat Untuk Mengembalikan Khazanahnya Sebagai Ikon Dan Landmark Kota Tegal.
"Jangan Sampai Bangunannya Menjadi Bagus Tapi Cacat Historis. Zona Inti Masjid Musti Dipertahankan Agar Kota Tegal Tidak Amnesia Sejarah," Ujar Wijanarto. Wijanarto Berharap Rehabilitasi Itu Juga Melibatkan Arsitek Yang Memahami Lanskap Sejarah Budaya Masjid Agung Agar Nilai Historisnya Tetap Terjaga.
Rumusan Masalah     :

           Hilangnya nilai spirit histori pada masjid agung tegal, karena rencana desain renovasi masjid yang lebih modern tergerus oleh masa. Maka perlunya edukasi mengenai sejarah pada objek tersebut melalui subjek pengamat atau ahli sejarahwan kota tegal, untuk merancang kembali citra pada landmark kota tegal(masjid agung kota tegal). Dengan maksud tetap mempertahankan desain asli pada bangunan walaupun dengan material yang tidak serupa.

Tanggapan Pengkritik Dan Pendapat Mengenai Masalah Yang Dibahas         :

Menurut saya, Dalam proses perancangan banyak memiliki detail-detail yang seharusnya perlu diperhatikkan, apalagi objek perancangan merupakkan landmark pada suatu wilayah yang memiliki citra yang dirancang sedemikian apik. Dengan memiliki filosofi yang saling berhubungan antara objek, wilayah objek, maupun lingkungan sosial objek. 
Maka dari itu pada kasus ini perlunya ketelitian mengenai perancang pada arsitektur pertama/ awal mengenai konsep citra yang beliau bangun. Mempelajari mulai dari filosofi konsep, detail objek, dan wilayah, untuk mengenali, mempertahankan, dan merancang dari subjek pengamat/ ahli sejarahwan yang mempelajari atau mengenali detail- detail konsep objek. 
Baru setelah melawati tahap tersebut dapat mendesain sesuai dengan citra yang selama ini terbangun. Lalu merenovasi tanpa menghilangkan nilai filosofi objeknya dengan mempertahankan fungsi utama, lalu melihat kedepan fasilitas pendukung apa saja yang dibutuhkan dalam berjalanan infrastruktur pada wilayah tersebut.