Minggu, 13 Oktober 2019

KRITIK ARSITEKTUR


Kritik Arsitektur


Judul Artikel             : Renovasi Masjid Agung Tegal Dikritik Sejarawan
Tanggal Publikasi     : Kamis, 9 April 2015 05:31 Wib


Ringkasan Artikel    :

Dari Gambar Desain Yang Dipampang Di Pagar Depan Masjid Agung, Rehabilitasi Akan Mengubah Drastis Penampilan Luar Salah Satu Ikon Kota Tegal Itu.
Menurut Wijanarto, Masjid Agung Dan Alun-Alun Termasuk Landmark Kota Tegal Selain Pendopo Ki Gede Sebayu Di Kompleks Balai Kota Tegal. Meski Undang Undang Cagar Budaya Memperkenankan Proses Konservasi Terhadap Bangunan Bersejarah, Wijanarto Berujar, Rehabilitasi Masjid Agung Musti Mengusung Semangat Untuk Mengembalikan Khazanahnya Sebagai Ikon Dan Landmark Kota Tegal.
"Jangan Sampai Bangunannya Menjadi Bagus Tapi Cacat Historis. Zona Inti Masjid Musti Dipertahankan Agar Kota Tegal Tidak Amnesia Sejarah," Ujar Wijanarto. Wijanarto Berharap Rehabilitasi Itu Juga Melibatkan Arsitek Yang Memahami Lanskap Sejarah Budaya Masjid Agung Agar Nilai Historisnya Tetap Terjaga.
Rumusan Masalah     :

           Hilangnya nilai spirit histori pada masjid agung tegal, karena rencana desain renovasi masjid yang lebih modern tergerus oleh masa. Maka perlunya edukasi mengenai sejarah pada objek tersebut melalui subjek pengamat atau ahli sejarahwan kota tegal, untuk merancang kembali citra pada landmark kota tegal(masjid agung kota tegal). Dengan maksud tetap mempertahankan desain asli pada bangunan walaupun dengan material yang tidak serupa.

Tanggapan Pengkritik Dan Pendapat Mengenai Masalah Yang Dibahas         :

Menurut saya, Dalam proses perancangan banyak memiliki detail-detail yang seharusnya perlu diperhatikkan, apalagi objek perancangan merupakkan landmark pada suatu wilayah yang memiliki citra yang dirancang sedemikian apik. Dengan memiliki filosofi yang saling berhubungan antara objek, wilayah objek, maupun lingkungan sosial objek. 
Maka dari itu pada kasus ini perlunya ketelitian mengenai perancang pada arsitektur pertama/ awal mengenai konsep citra yang beliau bangun. Mempelajari mulai dari filosofi konsep, detail objek, dan wilayah, untuk mengenali, mempertahankan, dan merancang dari subjek pengamat/ ahli sejarahwan yang mempelajari atau mengenali detail- detail konsep objek. 
Baru setelah melawati tahap tersebut dapat mendesain sesuai dengan citra yang selama ini terbangun. Lalu merenovasi tanpa menghilangkan nilai filosofi objeknya dengan mempertahankan fungsi utama, lalu melihat kedepan fasilitas pendukung apa saja yang dibutuhkan dalam berjalanan infrastruktur pada wilayah tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar